Qur'an AIME

Keutamaan Membaca Al Qur'an

Bismillah, walhamdulillah, wash-shalaatu was-salaamu 'alaa rasulillah, wa 'alaa aalihi wa shahbihi ajma'in. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Akhi dan Ukhti fillah yang dirahmati Allah. Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarga, dan para sahabatnya yang mulia. Akhi dan Ukhti, pernahkah antum merasa hati ini gersang, cemas, atau terasa begitu jauh dari ketenangan? Ketahuilah, obat dari segala kegelisahan jiwa itu ada pada Kalamullah. Al-Qur'an bukan sekadar bacaan biasa; ia adalah firman Allah yang agung, cahaya yang menerangi jalan kehidupan kita di dunia yang fana ini. Allah Ta'ala berfirman: يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ "Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Rabbmu, penyembuh bagi penyakit yang ada di dalam dada, petunjuk, serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Yunus: 57). Barakallahufik. Bayangkan, akhi/ukhti, setiap huruf yang antum baca dari Al-Qur'an mengandung pahala yang berlipat ganda. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ "Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan 'Alif Laam Miim' itu satu huruf, melainkan Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf." (HR. At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani). Sungguh, masya Allah, betapa melimpahnya karunia Allah bagi hamba-Nya yang rajin berinteraksi dengan Al-Qur'an. Bukan hanya pahala, Al-Qur'an akan datang pada hari kiamat kelak sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya. Afwan, mari kita tanya diri kita kembali, sudahkah Al-Qur'an menjadi sahabat karib kita sehari-hari? Ataukah ia hanya teronggok rapi di rak buku tanpa pernah tersentuh tangan kita? Jika hati terasa berat untuk membacanya, ingatlah bahwa qadarullah, kelalaian kita terhadap Al-Qur'an adalah salah satu sebab kerasnya hati. Mari kita mulai insya Allah, walau hanya satu halaman dalam sehari. Jadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk pandangan, penenang jiwa, dan pegangan hidup kita. Ukhti dan Akhi, jangan biarkan waktu kita tersita oleh hal-hal yang tidak bermanfaat. Mari berlomba-lomba dalam kebaikan. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan Ahlul Qur'an, yaitu keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya. Jazakumullahu khairan, semoga nasihat singkat ini menggerakkan hati kita untuk kembali membuka lembaran-lembaran suci Al-Qur'an. Wallahu ta'ala a'lam bish-shawab.